Wednesday, June 1, 2016

Kopi Kawa Legendaris


Penggemar kopi seperti perlu menambahkan referensi kopinya dengan minuman yang satu ini. Kawa (dikenal juga dengan: Aie Kawa; Kopi Kawa) merupakan salah satu minuman tradisional dari Sumatera Barat. Minuman ini terbuat rebusan daun kopi yang sudah dikeringkan dengan metode pengasapan. Konon ceritanya, jaman penjajahan Belanda dahulu (mungkin periode tanam paksa), rakyat pribumi dipaksa untuk menanam kopi dan hasilnya diperdagangkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Rakyat yang punya tanah, menanam dan merawat tanaman kopi ini tidak diizinkan untuk menikmati biji kopinya sendiri. Mungkin karena biji kopinya dilarang sama penjajah, sehingga rakyat hanya bisa membuat minuman dari daun kopi. Dan jadilah minuman Kopi Kawa ini menjadi minuman khas tradisional dari Sumatera Barat.

Ada keunikan tersendiri saat menyeruput kopi kawa ini. Sekilas rasanya seperti minum teh, namun ada cita rasa unsur kopi pula di dalamnya. Di daerah asalnya, Kopi kawa ini disajikan dengan metode tradisional. Dan metode tradisional yang dipertahankan inilah yang menjadi daya tarik untuk menikmati kopi kawa ini. Mulai dari proses mengeringkan daun kopi dengan asap, kemudian merebusnya dengan kayu bakar di dalam bejana (tembikar) yang terbuat dari tanah liat. Aie Kawa ini kemudian disajikan dengan tempurung kelapa (batok). Kopi kawa dapat dinikmati secara original (tanpa gula), ditambah gula, ditambah susu atau madu. 


Sebelum cukup terkenal seperti saat ini, Kopi Kawa awalnya hanya dapat dinikmati di daerah Bukittinggi hingga jalan lintas yang menghubungkan Bukittinggi dengan Tanah Datar di Sumatera Barat. Kopi Kawa biasanya disajikan dengan cemilan gorengan bakwan dan bika panggang. Udara dingin di kaki Gunung Merapi di kawasan ini sangat nikmat dihangatkan dengan Kopi Kawa Daun ini. Namun, saat ini Kopi Kawa sudah bisa dinikmati di daerah Jakarta, Padang, Bandung dsb. Bahkan, denger-denger sudah ada dalam bentuk kemasan seperti tea bag.

No comments:

Post a Comment